Penipisan rambut yang memicu kebotakan permanen merupakan masalah yang banyak dialami para pria dewasa. Banyak yang meyakini olahraga angkat beban yang berlebihan bisa mempercepat kebotakan. Benarkah demikian?
Jenis kebotakan paling banyak dialami pria adalah kebotakan berpola (pattern baldness), yakni 95 oleh persen pria. Faktor pemicu yang paling dominan pada jenis kebotakan ini adalah genetik sehingga sifatnya diturunkan dari orangtua ke anaknya.
Penipisan rambut pada pria biasanya dimulai pada usia 21 tahun. Ada banyak faktor yang mempercepat terjadinya kebotakan, antara lain stres, penggunaan obat-obatan dan kekurangn nutrisi seperti protein, zink, magnesium, kalsium dan zat besi.
Dr Jeffrey Rawnsley dari University of California, Los Angeles mengatakan faktor lain yang mempercepat kebotakan adalah hormon testosteron. Kelebihan kadar hormon ini akan diubah menjadi dihydrotestosterone (DHT) yang bisa menyebabkan folikel rambut mengecil dan memicu kerontokan.
Dikutip dari CNN, Senin (13/12/2010), olahraga terutama yang melibatkan beban berat dapat meningkatkan produksi testosteron. Menurut Dr Rawnsley, faktor ini bisa mempercepat terjadinya kebotakan berpola pada pria yang secara genetis sudah memiliki risiko tersebut.
Selain itu, para pria yang melakukan olahraga angkat beban biasanya juga mengonsumsi suplemen anabolik steroid untuk membantu pembentukan massa otot. Karena suplemen ini dapat meningkatkan produksi testosteron, maka cukup masuk akan jika dinilai meningkatkan risiko kebotakan.
Namun demikian, efek dari olahraga angkat beban terhadap kebotakan tidak akan muncul serta merta. Karena siklus pertumbuhan rambut cukup lama yakni antara 3-5 tahun, maka efeknya akan muncul dalam jangka panjang sehingga tidak terlalu dirasakan.
Senin, 13 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar